quotes pagi ini adalah bagaimana kita menerima suatu
kejadian dengan sebuah keikhlasan.
Mungkin beberapa dari kita berpendapat bahwa
untuk mencapai suatu keikhlasan memerlukan perjuangan dan kemampuan lebih. Tetapi
menurut saya keikhlasan bisa didapat saat dimana kita rela dalam melakukan sesuatu
dan mencoba tidak mengingat kembali hal yang sudah kita lakukan itu. Karena jika
kita mengingat kejadian itu maka sama saja dengan kita sedikit banyak ada rasa
sombong dalam diri kita. Mengapa demikian? Mungkin kita sendiri yang bisa
menjawabnya seperti kenapa kita merasa bangga saat mengingat kembali hal baik
yang kita lakukan? Dan kadang kita merasa kecewa atas apa yang sudah kita
lakukan tapi semestinya tidak untuk kita lakukan.
Sebenarnya definisi untuk ikhlas itu banyak sekali,namun
yang bisa saya gambarkan adalah responsibility kita dalam menerima keikhlasan
itu sendiri. Respon? Apa itu? Respon adalah rangsangan yang kita berikan saat
pikiran alam bawah sadar kita diharuskan untuk berfikir. Itulah mengapa sulit
mengatakan bahwa untuk menentukan seseorang sudah benar benar melakukan sesuatu
dengan sebuah keikhlasan. Namun tindakan tindakan nya lah yang bisa
menggambarkan bahwa orang itu ikhlas ataupun belum. Bisa kita lihat dari raut
wajah yang tenang dan penuh kepastian. Jadi seseorang yang ikhlas akan merasa
dirinya memberinya tanpa meminta imbalan apapun, jadi membuat raut wajahnya
tenang tanpa beban karena apa yang dilakukannya demi kebaikan semata.
Namun, bagaimana dengan ikhlas dalam merelakan? Seperti pada
era sekarang itu anak remaja yang ditinggal pergi oleh kekasihnya, ya bisa
dikatakan pacaran. Zaman ini,banyak sekali mereka (para muda mudi) yang
melakukan hubungan “pacaran” tadi mengatakan bahwa mereka ikhlas saat pasangan
mereka memutuskan untuk tidak lagi bersama”nya”.namun, benarkah itu?
Seperti yang kita ketahui bahwa, tidak mudah untuk melupakan
orang yang pernah hadir dalam hidup kita dan segala kenangan serta apa apa yang
telat dilakukannya bersama kita semenjak kita mengenalnya. Sepertinya sangat
naif jika kita mengangngap kita ikhlas saat kita barusaja ditinggalkan. Namun beberapa
orang berpendapat bahwa untuk apa mengingat orang yang sudah dengan sendirinya
ingin pergi dari kehidupan kita? Ya mungkin atas dasar itu mereka bisa
mengatakan bahwa mereka mengikhlaskan kepergiannya (bukan berarti melupakan
kenangannya) cuman mereka lebih bisa dalam mengatur emosi mereka sehingga
kenangan kenangan bersama orang yang telah pergi tadi bisa sedikit banyak
terobati saat mereka ingat bahwa ikhlas tadi menjadi dasar pemikiran mereka.
Tidakkah sakit hati? Mungkin saja iya, karena sesuatu yang
paling menyakitkan adalah kepergian seseorang yang mungkin saja bisa membuat
hidup kita lebih berarti. Namun keep move karena jika kita melawan rasa sakit
itu, maka semakin membesar pula rasa sakitnya. Ya tepatya seperti tumor, jika
kita sering berfikir berat dan jarang sekali istirahat maka tumor baik”pun akan
membesar dan mungkin nantinya menjadi parasit. Ya tentunya merusak organ dalam
tubuh kita. Itu yang saya dapatkan dari dosen saya.
Bagaimana ikhlas itu dikatakan benar benar ikhlas? Ikhlas disini
bisa saya jabarkan bahwa saat kita melihat orang yang pernah ada dalam
kehidupan kita pergi, bisa kita relakan dan tetap kita doakan demi segala
kebaikannya. Membuat pikiran pikiran positif bahwa tanpa dia kita bisa lebih
baik dan tentunya kebaikan juga akan menyertainya. Namun jangan sampai kita
melupakannya itu sama aja kita mengembalikan bahwa kita tidak ikhlas dalam
melepasnya. Biarlah raganya pergi namun kenangannya akan tetap bersemi bersama
alam bawah sadar kita.
semoga bermanfaat . share ya dan komennya ditunggu. DimAP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar