Minggu, 20 September 2015

Aliran Psikologi menurut WATSON



Menurut Watson, mempelajari gejala/pengalamankesadaran dengan tehnik observasiintrospeksi meskipun dengan cara eksperimental sekalipun adalah kurang tepat, karenadengan introspeksi yang subyektif itu, tidak mungkin dapat menjamin yang obyektif. Tidakmungkin 2 orang observer introspeksionis yang terlatih sekalipun dapat menghasilkan hasilobservasi yang sama, meskipun obyeknya sama. Oleh karena itu Watson menghimbau agar psikologi tidak lagi memusatkan perhatiannya untuk mempelajari gejala-gejala kesadaranatau bawah sadar, tetapi sesuai dengan tugasnya psikologi harus berupaya untuk meramalkanapa yang sebenarnya yang menjadi sasaran/tujuan tingkah laku tersebut. Atas dasar pendapat
itulah maka Watson mengusulkan agar psikoilogi itu didefinisikan sebagai “The sciense of behavior”. Dia yakin bahwa hal ini bias dilakukan oleh psikologi, meng
ingat telah memilikimetode-metode yang memadai ; dalam hal ini Watson menganjurkan metode yangdikembangkan oleh Pavlov yaitu dengan cara mengamati hubungan antara stimulus danrespon yang terjadi.
d. Gestalt psychology
 Psikologi Gestalt merupakan salah satu aliran psikologi yang mempelajari suatugejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi Gestalt disebutsebagai phenomena (gejala). Phenomena adalah data yang paling dasar dalam PsikologiGestalt. Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat dengan filsafat phenomonologi yangmengatakan bahwa suatu pengalaman harus dilihat secara netral. Dalam suatu phenomenaterdapat dua unsur yaitu obyek dan arti. Obyek merupakan sesuatu yang dapat dideskripsikan,setelah tertangkap oleh indera, obyek tersebut menjadi suatu informasi dan sekaligus kitatelah memberikan arti pada obyek itu.Seperti halnya behaviorisme, aliran psikologi Getalt juga timbul sebagai protesterutama terhadap pandangan strukturalisme.Tokoh-tokoh psikologi Gestalt seperti MX. Wertheimer. Kohler, Koffka, menentang pendapat strukturalis yang menyatakan bahwa gejala jiwa dapat dianalisa kedalam unsur-unsurnya. Jadi jiwa dianggap sebagai benda materi yang dapat dipecah-pecah menjadikomponen-kompenen kecil. Analisa semacam itu tidak benar, karena pada hakekatnyakeseluruhan itu lebih daripada jumlah bagian-bagiannya, lagi pula gejala kejiwaan itusebenarnya merupakan suatu bentuk keseluruhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
Pemikiran tentang “Gestalt” ini ditemukan oleh MX. Wertheimer seorang psikologJerman. Menurut rumusan pemikir dan penemu gestalt ini, bahwa “gestalt berarti bentuk,
 pola keselruhan ; itu dasarnya adalah unit (kesatuan) ; sedangkan alatnya yang dijadikan

dasar ialah persepsi (pengamatan/pengamalan). Karena itu para psikolog gestalt kebanyakan perhatian/studinya ditujukan kepada prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan proses pengamatan. Psikolog-psikolog gestalt, selain mengembangkan teori-teori mengenai permasalahan pengamatan, juga kemudian mengembangkan teori mengenai probling solvingdan kepribadian.
e. Psiychoanalytic Psychology
 Ketika aliiran-aliran penting dalam psikologi sedang berkembang dengan pesatnyamengadakan penelitian-penelitian psikologi secara eksperimental (Strukturalisme &Fungsionalisme) di saat itu pula muncul pandangan psikologi yang dikembangkan melaluidasar-dasar tinjauan klinis-psikiatris oleh aliran psikoanalisa yang dipelopori oleh SigmundFreud, seorang psikiater Austria.Dasar pendapat dan panfangan Freud berangkat dari keyakinannya bahwa pengalaman mental manusia tidak ubahnya seperti sebuah gunung es yang terapung-apung ditengah-tengah samudera yang hanya sebagian terkecil (sepersepuluhnya) yang tampak,sedangkan sembilan persepuluhnya (sebagian terbesar) daripadanya yang tidak yampa, itulahyang merupakan bagian/lapangan ketidak sadaran mental manusia merupakan pikirankomplek, perasaan dan keinginan bawah dasar yang tidak dialami secara langsung tetapi iaharus mempengaruhi tingkah laku manusia.Dengan dibukanya rahasia bawah sadar manusia oleh Freud, tokoh pendiri psikoanalisa ini, maka semakin luaslah dimensi baru yang bukan hanya berguna bagi psikologi, tetapi juga pada lapangan kesenian, sejarah dan literatur/kesustraan.
f. Humanistic Psychology
 Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikantentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawidengan menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat danmenentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan.Aliran yang dapat dikatakan baru berkembang dalam psikologi ialah aliran yang
dikenal dengan sebutan “Humanisme” dan dalam psikologi sering dikenal sebagai “the thirdforce” aliran terkuat yang ketiga, setelah psikioanalisa dan behaviorisme. Tokoh
-tokoh aliran

ini antara lain adalah : Carl Rogers, Abraham Maselow ; dan aliran ini dikembangkan sebagai bantahan atas kekurangan yang mereka lihat pada pendapat aliran behaviorisme dan psikoanalisa.Humanisme menolak pendapat Freud yang menyatakan bahwa kepribadian itu diaturoleh kekuatan dari bawah sadar manusia, dan tidak setuju ide pendapat behavioris bahwa kitadikuasai oleh lingkungan. Pada dasarnya Humanisme juga mengakui bahwa pengalamanmasa lalu itu mempengaruhu kepribadian, tetapi juga harus diakui pentingnya kedudukan
“free will” yaitu dasar kemauan bebas manusia un
tuk membuat keputusan bagi dirinya untukmenentukan dirinya sendiri.Selain itu aliran humanisme juga menggugah para psikolog untuk menyadari arti pentingnya dasar-dasar kbutuhan psikologis manusia yang sangat mendasar, sepertikebutuhan-kebutuhan kasih saying, cinta, harga diri, pengakuan dari orang lain, rasamemiliki, menyatakan diri (self actualizing) dan butuh kreatifitas. Menurut Humanisme,semua kebutuhan sama pentingnya bagi manusia seperti halnya kebutuhan biologis, makandan minum dan sebagainya. Contoh : seorang bayi yang baru lahir yang kehilangan kasihsayang dan kehangatan dari orang lain bisa mati seperti halnya bila ia tidak diberi makan
SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
 Untuk memahami isi daripada Ilmu Jiwa pada umumnya baik yang lama maupunyang modern perlu meninjau sejarah perkembangan ilmu jiwa itu di Eropa Barat dimana padaakhirnya dilahirkan psikologi modern yang di kembangkan seperti yang ada sekarang.Dengan demikian dalam meninjau sejarah perkembangan ilmu jiwa pada umumnyadapat kita bedakan 2 bagian besar yaitu sejarah ilmu jiwa ketika menjadi ilmu pengetahuanotonom dan berdiri sendiri dengan masing-masing tokoh dan pendapat-pendapat kejiwaanyasebagai berikut :
a. Plato (+- 400 tahun SM)
 Menurut Plato, jiwa manusia itu terdiri dari 2 bagian, yaitu : jiwa rohaniah dan jiwa badaniah. Jiwa rohaniah berasal dari dunia abadi karena itu kekal tidak pernah mati.,sedangkan jiwa badaniah akan gugur bersama-sama dengan raga manusia. Jiwa rohaniahsebagai jiwa yang tertinggi bersumber pada ratio dan logika manusia, dan jiwa ini bertugasmenemukan kebenaran yang abadi yang terletak di balik kenyataan di dunia ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar