Menurut Watson, mempelajari
gejala/pengalamankesadaran dengan tehnik observasiintrospeksi meskipun dengan
cara eksperimental sekalipun adalah kurang tepat, karenadengan introspeksi yang
subyektif itu, tidak mungkin dapat menjamin yang obyektif. Tidakmungkin 2 orang
observer introspeksionis yang terlatih sekalipun dapat menghasilkan
hasilobservasi yang sama, meskipun obyeknya sama. Oleh karena itu Watson
menghimbau
agar psikologi tidak lagi memusatkan perhatiannya untuk mempelajari gejala-gejala kesadaranatau
bawah sadar, tetapi sesuai dengan tugasnya psikologi harus berupaya untuk
meramalkanapa yang sebenarnya yang menjadi sasaran/tujuan tingkah laku
tersebut. Atas dasar pendapat
itulah maka Watson mengusulkan agar
psikoilogi itu didefinisikan sebagai “The sciense of behavior”.
Dia yakin bahwa hal ini bias dilakukan
oleh psikologi, meng
ingat telah memilikimetode-metode
yang memadai ; dalam hal ini Watson menganjurkan metode yangdikembangkan oleh
Pavlov yaitu dengan cara mengamati hubungan antara stimulus danrespon yang
terjadi.
d. Gestalt psychology
Psikologi Gestalt merupakan
salah satu aliran psikologi yang mempelajari suatugejala sebagai suatu
keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi Gestalt disebutsebagai
phenomena (gejala). Phenomena adalah data yang paling dasar dalam
PsikologiGestalt. Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat dengan filsafat
phenomonologi yangmengatakan bahwa suatu pengalaman harus dilihat secara
netral. Dalam suatu phenomenaterdapat dua unsur yaitu obyek dan arti. Obyek
merupakan sesuatu yang dapat dideskripsikan,setelah tertangkap oleh indera,
obyek tersebut menjadi suatu informasi dan sekaligus kitatelah memberikan arti
pada obyek itu.Seperti halnya behaviorisme, aliran psikologi Getalt juga timbul
sebagai protesterutama terhadap pandangan strukturalisme.Tokoh-tokoh psikologi
Gestalt seperti MX. Wertheimer. Kohler, Koffka,
menentang pendapat strukturalis yang menyatakan bahwa gejala jiwa dapat dianalisa kedalam unsur-unsurnya.
Jadi jiwa dianggap sebagai benda materi yang dapat dipecah-pecah
menjadikomponen-kompenen kecil. Analisa semacam itu tidak benar, karena pada
hakekatnyakeseluruhan itu lebih daripada jumlah bagian-bagiannya, lagi pula
gejala kejiwaan itusebenarnya merupakan suatu bentuk keseluruhan yang tidak
dapat dipisah-pisahkan.
Pemikiran tentang “Gestalt” ini
ditemukan oleh MX. Wertheimer seorang psikologJerman. Menurut rumusan pemikir
dan penemu gestalt ini, bahwa “gestalt berarti bentuk,
pola keselruhan ; itu dasarnya adalah unit (kesatuan) ; sedangkan alatnya yang dijadikan
dasar ialah persepsi
(pengamatan/pengamalan). Karena itu para psikolog gestalt
kebanyakan perhatian/studinya ditujukan kepada prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan proses pengamatan. Psikolog-psikolog gestalt, selain mengembangkan teori-teori mengenai permasalahan
pengamatan, juga kemudian mengembangkan teori mengenai
probling solvingdan kepribadian.
e. Psiychoanalytic Psychology
Ketika aliiran-aliran penting
dalam psikologi sedang berkembang dengan pesatnyamengadakan penelitian-penelitian
psikologi secara eksperimental (Strukturalisme &Fungsionalisme) di saat itu
pula muncul pandangan psikologi yang dikembangkan melaluidasar-dasar tinjauan
klinis-psikiatris oleh aliran psikoanalisa yang dipelopori oleh SigmundFreud,
seorang psikiater Austria.Dasar pendapat dan panfangan Freud berangkat dari
keyakinannya bahwa pengalaman mental manusia tidak ubahnya
seperti sebuah gunung es yang terapung-apung ditengah-tengah samudera yang
hanya sebagian terkecil (sepersepuluhnya) yang tampak,sedangkan sembilan
persepuluhnya (sebagian terbesar) daripadanya yang tidak yampa, itulahyang
merupakan bagian/lapangan ketidak sadaran mental manusia merupakan
pikirankomplek, perasaan dan keinginan bawah dasar yang tidak dialami secara
langsung tetapi iaharus mempengaruhi tingkah laku manusia.Dengan dibukanya
rahasia bawah sadar manusia oleh Freud, tokoh
pendiri psikoanalisa ini, maka semakin luaslah dimensi baru yang bukan hanya berguna bagi psikologi,
tetapi juga pada lapangan kesenian, sejarah dan literatur/kesustraan.
f. Humanistic Psychology
Dalam mengembangkan teorinya,
psikologi humanistik sangat memperhatikantentang dimensi manusia dalam
berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawidengan menitik-beratkan pada
kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat danmenentukan pilihannya,
nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan.Aliran
yang dapat dikatakan baru berkembang dalam psikologi ialah aliran yang
dikenal dengan sebutan “Humanisme”
dan dalam psikologi sering dikenal sebagai “the thirdforce” aliran terkuat yang
ketiga, setelah psikioanalisa dan behaviorisme. Tokoh
-tokoh aliran
ini antara lain adalah : Carl
Rogers, Abraham Maselow ; dan aliran ini dikembangkan
sebagai bantahan atas kekurangan yang mereka lihat pada pendapat aliran behaviorisme dan psikoanalisa.Humanisme
menolak pendapat Freud yang menyatakan bahwa kepribadian itu diaturoleh
kekuatan dari bawah sadar manusia, dan tidak setuju ide pendapat behavioris
bahwa kitadikuasai oleh lingkungan. Pada dasarnya Humanisme juga mengakui
bahwa pengalamanmasa lalu itu mempengaruhu kepribadian, tetapi juga harus
diakui pentingnya kedudukan
“free will” yaitu dasar kemauan
bebas manusia un
tuk membuat keputusan bagi dirinya
untukmenentukan dirinya sendiri.Selain itu aliran humanisme juga menggugah para
psikolog untuk menyadari
arti pentingnya dasar-dasar kbutuhan psikologis manusia yang sangat mendasar, sepertikebutuhan-kebutuhan
kasih saying, cinta, harga diri, pengakuan dari orang lain, rasamemiliki,
menyatakan diri (self actualizing) dan butuh kreatifitas. Menurut
Humanisme,semua kebutuhan sama pentingnya bagi manusia seperti halnya kebutuhan
biologis, makandan minum dan sebagainya. Contoh : seorang bayi yang baru lahir
yang kehilangan kasihsayang dan kehangatan dari orang lain bisa mati seperti
halnya bila ia tidak diberi makan
SEJARAH
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
Untuk memahami isi daripada
Ilmu Jiwa pada umumnya baik yang lama maupunyang modern perlu meninjau sejarah
perkembangan ilmu jiwa itu di Eropa Barat dimana padaakhirnya
dilahirkan psikologi modern yang di kembangkan seperti yang ada
sekarang.Dengan demikian dalam meninjau sejarah perkembangan ilmu jiwa pada
umumnyadapat kita bedakan 2 bagian besar yaitu sejarah ilmu jiwa ketika menjadi
ilmu pengetahuanotonom dan berdiri sendiri dengan masing-masing tokoh dan
pendapat-pendapat kejiwaanyasebagai berikut :
a. Plato (+-
400 tahun SM)
Menurut Plato, jiwa manusia
itu terdiri dari 2 bagian, yaitu : jiwa rohaniah dan
jiwa badaniah. Jiwa rohaniah berasal dari dunia abadi karena itu kekal tidak pernah mati.,sedangkan
jiwa badaniah akan gugur bersama-sama dengan raga manusia. Jiwa rohaniahsebagai
jiwa yang tertinggi bersumber pada ratio dan logika manusia, dan jiwa ini
bertugasmenemukan kebenaran yang abadi yang terletak di balik kenyataan di
dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar